Jumat, 06 Januari 2012

REFLEKSI DIRI KELOMPOK 7 DAN 8


KELOMPOK 7
KOMUNITAS (VEGETASI)
Komunitas merupakan kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.
Konsep dasar komunitas
FORMASI:  Formasi tumbuhan merupakan unit vegetasi yang besar di suatu wilayah yang ditunjukkan oleh beberapa bentuk pertumbuhan yag dominan.
ASOSIASI: formasi klimaks, berisikan dua atau lebih pembagian yang lebih kecil yang dikatakan sebagai assosiasi yang ditandai oleh lebih dari satu spesies yang dominan dan khas. Jadi assosiasi adalah vegetasi regional, dalam formasi ini merupakan klimaks sub iklim dalam formasi umum
EKOTONE: suatu zona (daerah) peralihan (transisi) atau pertemuan  antara dua komunitas yang berbeda dan menunjukkan sifat yang khas.
Tipe tipe Vegetasi
Vegetasi Hutan Hujan Tropis
Hutan Luruh Temperate
Zone Arid Kering dan Padang Pasir
Hutan Boreal
Padang Rumput
Tundra
KARAKTERISTIK KOMUNITAS TUMBUHAN
Keanekaragaman
Struktur dan komposisi komunitas
Analisis kuantitatif komunitas tumbuhan
Dominansi
 Interaksi antar komunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antar komunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.

KELOMPOK 8
(METODE ANALISIS VEGETASI)
Vegetasi sendiri dapat diartikan  sebagai mosaik komunitas tumbuhan dalam lansekap dan vegetasi alami diartikan sebagai vegetasi yang terdapat dalam lansekep yang belum dipengaruhi oleh manusia.
MACAM MACAM  METODE  ANALISIS VEGETASI
A.    Metode Destrutif
Metode destruksif merupakan suatu metode yang sangat penting didalam menganalisis suatu materi atau bahan. Metode ini bertujuan untuk merubah sampel menjadi bahan yang dapat dikukur. Metode ini seakan sangat sederhana, namun apabila kurang sempurna dalam melakukan teknik destruksi, maka hasil analisis yang diharapkan tidak akurat. Oleh karena itu, pada percobaan ini kita hendaknya sangat teliti. Hasil destruksi diukur dengan menggunakan metoda AAS.
B. Metode Nondestruktif
Metode ini dapat dilakukan dengan dua cara pendekatan, yaitu berdasarkan penelaahan organisme hidup atau tumbuhan tidak didasarkan pada taksonominya, sehingga dikenal dengan pendekatan non floristika. Pendekatan lainnya adalah didasarkan pada penelaahan organisme tumbuhan secara taksonomi atau pendekatan floristika.
C. Metode Floristic
Metode ini dapat menentukan kekayaan floristika atau keanekaragaman dari berbagai bentuk vegetasi. Penelaahan dilakukan terhadap semua populasi spesies pembentuk masyarakat tumbuhan tersebut, jadi dalam hal ini pemahaman dari setiap jenis tumbuhan secara taksonomi adalah mutlak diperlukan. Dalam pelaksaannya sangat ditunjang dengan variable-variabel yang diperlukan untuk menggambarkan baik struktur maupun komposisi vegetasi, diantaranya adalah:
  1. Kerapatan, untuk menggambarkan jumlah individu dari populasi sejenis
  2. Kerimbunan, variable yang menggambarkan luas penutupan suatu populasi di suatu kawasan, dan bias juga menggambarkan luas daerah yang dikuasai oleh populasi tertentu atau dominasinya.
  3. Frekuensi, variable yang menggambarkan penyebaran dari populasi disuatu kawasan.
D. Metode Nonfloristik
Untuk memahami metode non floristika ini sebaiknya kita kaji dasar-dasar pemikiran dari beberapa pakar tadi. Pada prinsipnya mereka berusaha mengungkapkan vegetasi berdasarkan bentuk hidupnya, jadi pembagian dunia tumbuhan secara taksonomi sama sekali di abaikan, mereka membuat klasifikasi tersendiri dengan dasar-dasar tertentu.

REFLEKSI DIRI KELOMPOK 5 DAN 6


KELOMPOK 5
(LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK)
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara.  Tanah tersusun atas empat bahan utama : bahan mineral, bahan organik, udara dan air. Tanah sebagai medium untuk pertumbuhan tanaman. Tanah bertindak seperti suatu spons/bunga-karang yang menyimpan air dan bahan gizi sampai kedua-duanya diperlukan oleh tumbuhan. Menurut Fisika tanah, Tanah tidak hanya terdiri dari satu unsur saja, melainkan terdiri dari beberapa unsur, yang dalam garis besarnya tersusun atas : padatan, cairan, dan gas. Tekstur tanah terdiri atas fraksi pasir yang memiliki diameter 2,00- 0,20 mm, debu yang memiliki diameter 0,20 – 0,002 mm, liat yang memiliki diameter < 0,002 mm, dan fraksi kerikil (grave) yang memiliki diameter > 2 mm.
Tanah tersusun atas 4 bahan utama
1.      bahan mineral
2.      udara
3.      Bahan organik
4.      air, air dalam pori sedang mudah diserap tanah , jika dalam pori kecil sulit diserap tanah.
Secara garis besar tanah tersusun atas
1.      Padatan
2.      Cairan
3.      Gas, merupakan udara dalam tanah yang mengisi dalam pori-pori tanah.
Tekstur tanah : dibagian pertama ada pasir , debu , tanah liat dan kerikil.  Tekstur tanah diduduki oleh kerikil.
Sifat tanah ; derajat keasaman < C-organik , N-total , pupuk , air hujan , p-bray , kalium , natrium , kalsium , magnesium , kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa.
Profil tanah :suatu kumpullan berbagai macam lapisan tanah . tanah tersusun atas lapisan-lapisan yang disebut horizon tanah.
Topograsi “ studi tentan mengenai permukaan bumi untuk mengetahui vegetasi dan pengaruh manusia tehadap lingkungan. Topografi ada pengaruh kemiringan : kemiringan berpen

KELOMPOK 6
(POPULASI)
Konsep Spesies : konsep spesies biologis, kohesi, pengenalan, ekologis dan evolusioner.
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu.
Karakteristik Populasi : Kepadatan, kematian, natalitas, distribusi, bentuk pertumbuhan populasi, fluktuasi populasi.
Interaksi antar organisme ada 6 yaitu, : interaksi netral, interaksi predaksi, parasitisme, komensalisme,mutualisme, interaksi antar komponen biotik dengan abiotik.
Penyebaran populasi ada dua yaitu : penyebaran jenis endemik dan penyebaran jenis kosmopolit. Jenis endemik adalah gejala yang dilakukan organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi, sedangkan jenis kosmopolit adalah kebalikan dari pengertian jenis endemik.

REFKEKSI DIRI KELOMPOK 3 DAN 4


KELOMPOK 3
(SUHU DAN CAHAYA)
Ada tiga aspek penting yang erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu:
a.       Kualitas cahaya, radiasi matahari secara fisika merupakan gelombang-gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang.
b.      Intensitas cahaya, intensitas cahaya merupakan aspek cahaya yang terpenting sebagai faktor lingkungan.
c.       Lama penyinaran, mempengaruhi fungsi dari tumbuhan secara luas.

PERAN CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN
·         FOTOPERIODISM : Respon tumbuhan terhadap lamanya penyinaran.
·         FOTOENERGETIC : Pertumbuhan yang banyak di pengaruhi faktor energy.
·         FOTODESTRUKTIF : Tingginya intensitas cahaya yang menyebabkan terjadinya fotosintesis.
·         FOTOCYBERNETIC
·         FOTOMORGENESIS : Mengendalikan wujud tanaman terutama perkembangan struktur.
·         FOTOTROPISM : Merangsang penyebaran yang berbeda pada tumbuhan.
 Strategi Adaptasi Tumbuhan Terhadap Cahaya ( Pigmentasi, Anatomi, dan Morfologi)
  • Strategi adaptasi tumbuhan terhadap cahaya Pigmentasi

Empat penerima cahaya dalam tumbuhan :
a)   Fitokrom, paling kuat menyerap cahaya merah dan merah jauh. Ada juga fitokrom penyerap cahaya biru.
b)   Kriptokrom, sekelompok pigmen yang serupa mampu menyerap cahaya biru dan panjang gelombang ultraviolet 320-400 nm, karena peran pentingnya pada kriptogram (tumbuhan tak berbunga).
c)   Penerima cahaya UV-B, senyawa tak dikenal/bukan pigmen yg menyerapradiasi UV 280-320 nm4.
d)  Protoklorofilida a, pigmen cahaya yang menyerap cahaya merah dan biru , bias tereduksi menjadi klorofil Aa. Pengaruh cahaya pada perkecambahan, produksi klorofil terpacu oleh cahaya, pembukaan daun terpacu oleh cahaya, pemanjangan batang terhambat oleh cahaya, perkembangan akar terpacu oleh cahaya.

  • Strategi adaptasi tumbuhan terhadap cahaya Anatomi

Tumbuhan memiliki kemampuan adaptasi anatomis dan fisiologis yang berkembang untuk kelangsungan hidupnya. Pada tumbuhan holiophyta dapat merespon kondisi ekstrem tempat tumbuhnya, seperti adanya kelenjar garam pada golongan secreter dan kulit yang mengelupas pada golongan non secreter sebagai tanggapan pada lingkungan yang berkadar garam tinggi.

  • Strategi adaptasi tumbuhan terhadap cahaya Morfologi

·         Xerofita, kelompok tumbuhan yang teradaptasi untuk hidup di daerah kering. sangat sedikit jumlahnya dan lebih terkhususkan jika dibandingkan dengan kelompok lainnya.
·         Mesofita, kelompok tumbuhan yang bertoleransi pada kondisi air tanah yang tidak terlalu ekstrim.
·         Hidrofita, merupakan kelompok tumbuhan yang hdiup sebagian atau seluruhnya di dalam air atau habitat yang basah.
·         Halofita, merupakan kelompok tumbuhan yang tumbuh pada lingkungan berkadar garam tinggi.

  •  Karakteristik tumbuhan berdasarkan cahaya ( Heliophyta dan Sciophyta)

Tumbuhan yang teradaptasi untuk hidup pada tempat-tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi biasa disebut tumbuhan dengan intensitas cahaya yang tinggi biasa disebut tumbuhan heliophyta. Tumbuhan yang hidup baik dalam situasi jumlah cahaya yang rendah, dengan titik kompnesasi yang rendah pula, dikenal dengan tumbuhan senang keteduhan atau sciophyta, metabolismenya lambat dan demikian juga proses respirasinya.


KELOMPOK 4
(ATMOSFER DAN AIR)
            Atmosfir bumi adalah lapisan udara yang mengelilingi atau menyelubungi bumi yang bersama-sama dengan bumi melakukan rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Udara yang terkandung dalam atmosfir merupakan campuran dan kombinasi dari gas, debu dan uap air. Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya. 
            Atfosfer bumi terdiri atas nitrogen (78,17) dan oksigen (20,97), dengan sedikit argon (0,9%), karbondioksida ( variabel, tetapi sekitar 0,0357), uap air, dan gas lannya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumidengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrim di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).